Mamuju – Polresta Mamuju berhasil mengamankan aksi unjuk rasa yang melibatkan dua kelompok massa dengan sikap berbeda terkait aktivitas tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Jumat (4/9/2026).
Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gesekan, menyusul adanya informasi rencana penutupan Jalan Poros Majene-Mamuju dan pembubaran kegiatan sosialisasi pertambangan oleh kelompok yang menolak LTJ.
Menyikapi situasi tersebut, Polresta Mamuju mengedepankan langkah preventif, komunikasi, serta pengamanan secara terukur.
200 orang personel Dikerahkan dan ditempatkan di sejumlah titik rawan dan melakukan pengawalan terhadap jalannya penyampaian aspirasi kedua kelompok massa.
Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, pengamanan dilakukan untuk menjamin masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman sekaligus menjaga keamanan masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat kita amankan dengan baik. Meskipun terdapat dua kelompok dengan sikap berbeda, situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan,” ujar Kapolresta.
Kapolresta juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri, menghormati perbedaan pendapat serta menyampaikan aspirasi secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polresta Mamuju terpantau aman, tertib dan kondusif, tanpa terjadi bentrokan antara massa maupun dengan personel pengamanan.




Komentar