Keterangan gambar: Suasana pengajian Warga Binaan bekerjasama Penyuluh Kemenag Mamuju
Mamuju– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju terus berkomitmen menghadirkan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual dan mental Warga Binaan. Melalui pengajian rutin yang bekerja sama dengan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Rutan Mamuju berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan sekaligus menumbuhkan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah, Selasa (13/10).
Pengajian rutin ini menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Di balik keterbatasan ruang dan kebebasan, pembinaan keagamaan diharapkan mampu menghadirkan ketenangan hati, menumbuhkan kesadaran diri, dan membuka jalan menuju perubahan yang lebih positif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengajian dibagi menjadi dua kategori pembelajaran, yakni Iqra’ dan Juz Amma. Kedua kategori tersebut dibimbing langsung oleh penyuluh agama dari Pokjaluh Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.
Melalui pembelajaran Iqra’, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk mengenal dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara bertahap. Sementara itu, pembelajaran Juz Amma menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca serta memperdalam interaksi dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses perubahan diri Warga Binaan. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali masa depannya, termasuk melalui penguatan iman dan pembentukan akhlak yang lebih baik.
“Melalui pengajian rutin ini, kami ingin menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Masa pembinaan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Kami berharap Al-Qur’an dapat menjadi penerang hati, sumber ketenangan, serta pedoman bagi Warga Binaan dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pokjaluh Kementerian Agama Kabupaten Mamuju atas dukungan dan pendampingan yang diberikan dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di Rutan Mamuju. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga sehingga pembinaan spiritual dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Mamuju menegaskan bahwa pembinaan bukan sekadar proses menjalani masa pidana, melainkan juga kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki kesalahan, dan menumbuhkan harapan baru. Dengan penguatan iman dan akhlak, Warga Binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.





Komentar