Mamuju
Beranda » Berita » Amuk Si Jago Merah di Wisata Malawwa Mamuju: Fasilitas Ludes, Kerugian Tembus Ratusan Juta

Amuk Si Jago Merah di Wisata Malawwa Mamuju: Fasilitas Ludes, Kerugian Tembus Ratusan Juta

MAMUJU, Kabarsulbar.com –jago merah mengamuk dan melalap kawasan objek wisata Malawwa, Kabupaten Mamuju. Peristiwa kebakaran yang terjadi secara cepat tersebut meratakan sejumlah fasilitas utama dan bangunan di dalam area wisata hingga nyaris tak tersisa.

​Asap hitam pekat membumbung tinggi saat kobaran api dengan cepat merambat, dipicu oleh material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar serta tiupan angin di lokasi. Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke pemukiman sekitar.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.00 WITA itu menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan wisata tersebut hingga rata dengan tanah, mulai dari tempat tinggal pemilik, beberapa kamar, vila hingga aula dan semua isi peralatan dan perlengkapan yang ada di dalamnya termasuk alat elektronik seperti AC dan lainya. Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju, Randy Noertadi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran di Wisata Malawwa sekitar pukul 02.00 WITA.

“Kami dari Damkar Mamuju langsung menurunkan satu unit armada menuju tempat kejadian perkara (TKP),” kata Randy saat diwawancarai tribun-sulbar.com pada Rabu (21/10/2026).

Rayakan Bulan Inklusi Keuangan, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Pahlawan Literasi dan Inklusi hingga Pelosok Negeri

Menurutnya, besarnya kerugian diperkirakan dipengaruhi banyaknya bangunan yang terbakar serta sejumlah barang elektronik dan perlengkapan di dalamnya. Barang-barang tersebut di antaranya pendingin ruangan atau AC, tempat tidur dan peralatan lainnya.

Randy menjelaskan, proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam. Petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari posko pemadam kebakaran serta keterbatasan pasokan air.

Selain itu, aliran listrik di lokasi sempat masih menyala saat petugas melakukan penanganan.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik ke kawasan tersebut terlebih dahulu demi mendukung proses pemadaman.

Terkait penyebab kebakaran, Randy mengatakan informasi awal yang diterima dari warga setempat mengarah pada dugaan korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran tersebut belum dipastikan.

BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Lewat Koperasi Merah Putih

Di sisi lain, Randy mengungkapkan kejadian kebakaran di Kabupaten Mamuju masih menjadi perhatian, terutama selama musim kemarau.

Berdasarkan data Damkar Mamuju, sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 68 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Khusus Oktober 2026, tercatat 19 kejadian karhutla. Sementara itu, kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman sejak Januari hingga Oktober mencapai 17 kejadian.

Menurut Randy, kejadian karhutla belakangan ini masih didominasi wilayah Kecamatan Simboro, termasuk sejumlah kawasan di bagian bawah.

 

Merajut Asa Melalui Membaca, Peserta Magang Kemenaker Bantu Warga Binaan Rutan Mamuju Berantas Buta Aksara Huruf

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement