MAMUJU — Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulawesi Barat, Nelwan, memberikan apresiasi atas pembentukan kepengurusan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sulawesi Barat.
Nelwan menilai kehadiran APDESI Sulbar memiliki posisi penting sebagai wadah konsolidasi para kepala desa sekaligus ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Sulawesi Barat.
Menurutnya, terbentuknya kepengurusan APDESI Sulbar hendaknya tidak berhenti pada pembentukan dan penguatan struktur organisasi. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi tersebut dapat menjalankan fungsi pelayanan dan memberikan manfaat nyata bagi desa serta masyarakat.
“APDESI Sulbar jangan hanya kuat secara struktur, tetapi harus kuat dalam fungsi pelayanan. Kehadiran organisasi ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam membantu kepala desa meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat,” ujar Nelwan.
Ia juga mendorong APDESI Sulbar bersama seluruh kepala desa untuk membangun paradigma baru dalam pembangunan desa. Menurutnya, desa tidak semestinya hanya menunggu bantuan atau bergantung sepenuhnya pada program dan anggaran dari pemerintah di atasnya.
Terlebih dalam situasi efisiensi anggaran, kepala desa dituntut semakin kreatif dalam membaca potensi dan menciptakan peluang pembangunan.
“Di tengah efisiensi, kita membutuhkan kepala desa yang inovatif. Jangan hanya menunggu bantuan. Desa harus mampu memetakan potensi yang dimiliki, menciptakan peluang ekonomi, membangun kolaborasi dan melahirkan inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Nelwan menambahkan, pembangunan desa ke depan juga harus benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, perencanaan dan penggunaan anggaran desa harus diarahkan pada program yang memiliki manfaat luas dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga.
“Kepala desa harus menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama. Program pembangunan jangan disusun berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi berdasarkan apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Desa akan maju ketika kebijakan dan anggarannya berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas,” tegasnya.
Ia berharap APDESI Sulbar dapat menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat kapasitas kepala desa, mendorong inovasi antardesa, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa di Sulawesi Barat.
Di akhir pernyataannya, Nelwan menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus APDESI Sulawesi Barat yang akan melaksanakan Musda dan kepada kepengurusan yang akan terbentuk.
“Semoga APDESI Sulbar menjadi organisasi yang kuat dalam pelayanan, kreatif dalam melahirkan inovasi, serta konsisten memperjuangkan pembangunan desa yang berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.” (rls)




Komentar