News
Beranda » Berita » Kodim 1401/Majene dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Akses Dua Desa Segera Terhubung

Kodim 1401/Majene dan Warga Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Akses Dua Desa Segera Terhubung

Majene – Personel Kodim 1401/Majene terus bergotong royong bersama masyarakat untuk mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Seppong dengan Desa Awo. Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter itu dibangun di atas Sungai Lembang Siruppa, Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Kamis (9/7/2026).

Jembatan Gantung Garuda atau Jembatan Perintis Garuda merupakan program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi TNI Angkatan Darat atas perintah Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mempercepat konektivitas sekaligus membuka keterisolasian desa-desa di berbagai wilayah Indonesia dengan menghadirkan jembatan permanen yang lebih aman sebagai pengganti jembatan bambu maupun jalur penyeberangan yang berisiko.

Pada tahap pekerjaan kali ini, personel Kodim 1401/Majene memfokuskan kegiatan pada pemasangan pondasi batu kali, penyusunan pasangan batu sebagai abutmen jembatan, pemasangan besi tulangan, pembuatan bekisting, serta pengecoran bagian pondasi. Sejumlah personel TNI bersama warga juga terlihat bahu-membahu mengangkut material, menyiapkan adukan semen, hingga merapikan area kerja agar proses pembangunan berjalan lancar.

Pembangunan jembatan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari mengangkut batu, pasir, hingga membantu proses pembangunan. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor yang mempercepat progres pembangunan di lapangan.

Babinsa Desa Seppong, Serda Syamsunandar, mengatakan setiap tahapan pembangunan dilakukan dengan mengutamakan kualitas agar jembatan memiliki daya tahan yang optimal dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Kemenkum Sulbar Buka Layanan Konsultasi Hukum di Festival Manakarra

“Kami tidak hanya mengejar kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan baik sesuai standar. Harapannya, jembatan ini nantinya benar-benar aman, kokoh, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam waktu yang lama,” ujar Serda Syamsunandar.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam mendukung pembangunan tersebut.

“Partisipasi masyarakat sangat membantu kelancaran pekerjaan. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Kami berharap jembatan ini segera rampung sehingga dapat meningkatkan akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua desa,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement