Mamuju
Beranda » Berita » Kreativitas Tanpa Batas, Jerat Band Rutan Mamuju Memukau di Malam Puncak HUT RI ke-81

Kreativitas Tanpa Batas, Jerat Band Rutan Mamuju Memukau di Malam Puncak HUT RI ke-81

MAMUJU, Kabarsulbar.com – Dinding penjara tidak memadamkan bakat para warga binaan Pemasyarakatan (WBP). Alunan musik energik dan harmoni nada dari Jerat Band, grup musik bentukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju, sukses menghidupkan suasana Malam Ramah Tamah Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju.

​Tampil di hadapan jajaran pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) serta ribuan warga Mamuju, grup musik yang personilnya merupakan warga binaan ini membawakan sejumlah lagu populer dengan aransemen yang ciamik.

Gemuruh tepuk tangan penonton berkali-kali membahana di area lapangan setiap kali sang vokalis menuntaskan tembang hitsnya.

​Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju Sudirman, menyatakan bahwa penampilan ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi para WBP.

​” Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa masa pemidanaan bukanlah akhir dari segalanya. Di dalam Rutan, potensi mereka ditumbuhkan, diasah, dan disalurkan secara positif agar saat bebas kelak mereka siap kembali berkarya di tengah masyarakat,” ujar Karutan Mamuju, Senin, 17/08/16 Malam.

131 Warga Binaan Rutan Mamuju Terima Remisi HUT Kemerdekaan RI KE-81, Karutan Berharap Jadi Momentum Untuk Berubah Lebih Baik

Sudirman juga menjelaskan, bahwa Jerat Band Rutan Mamuju tampil di Malam Ramah Tamah HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Ahmad Kirang. Personil Band yang terdiri dari 2 orang Warga Binaan yang telah memenuhi syarat administrasi dan substantif melalui Sidang TPP serta 1 orang pegawai Rutan yang juga seorang dokter Rutan Mamuju.

​Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Daerah. Kehadiran Jerat Band di panggung utama Malam Ramah Tamah menandakan hilangnya stigma negatif terhadap warga binaan, sekaligus menjadi wujud inklusivitas dan pemenuhan ruang ekspresi bagi seluruh lapisan warga negara tanpa terkecuali.

​Kemeriahan aksi panggung Jerat Band di Lapangan Ahmad Kirang malam itu menjadi lambang keberhasilan pembinaan humanis di Rutan Mamuju—sebuah pesan kuat bahwa semangat kemerdekaan milik semua orang, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pemulihan hidup di balik jeruji besi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement