News
Beranda » Berita » Panen Eco Enzyme, Rutan Mamuju Dorong Kreativitas Warga Binaan dalam Pengelolaan Limbah Organik

Panen Eco Enzyme, Rutan Mamuju Dorong Kreativitas Warga Binaan dalam Pengelolaan Limbah Organik

Keterangan gambar: Rutan Mamuju melakukan pengembangan eco enzyme pada pembinaan Ketahanan Pangan

Mamuju – Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju menunjukkan kreativitas dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan. Bertempat di Area Brandgang, Senin (02/11), Warga Binaan bersama Petugas dan Petugas Magang melaksanakan panen eco enzyme setelah melalui proses fermentasi selama empat bulan dengan memanfaatkan sisa-sisa buah.

Dari proses tersebut, berhasil diperoleh sebanyak 40 liter eco enzyme yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung perawatan tanaman serta berbagai keperluan lainnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang mendorong Warga Binaan untuk lebih kreatif, produktif, dan peduli terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang dicampur dengan gula dan air. Proses fermentasi ini menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian dan perawatan lingkungan.

Dalam penggunaannya, eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai campuran larutan perawatan tanaman, bahan pendukung pengomposan, serta larutan pembersih untuk keperluan tertentu sesuai formulasi dan tingkat pengencerannya. Untuk penggunaan pada tanaman, konsentrasi perlu disesuaikan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Eco enzyme juga bukan pengganti pupuk dengan kandungan unsur hara yang terukur, sehingga penggunaannya perlu tetap diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman.

Kemenkum Sulbar Bedah Tiga Rancangan Regulasi, Perkuat Kepastian Hukum Daerah

Kasubsie Pelayanan Tahanan, Iskandar, S.H., yang turut serta dalam kegiatan panen tersebut, mengapresiasi keterlibatan Warga Binaan dalam mengolah sisa buah menjadi produk yang bernilai guna.

“Panen eco enzyme ini merupakan bukti bahwa melalui kreativitas dan pendampingan yang tepat, sisa bahan organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian Warga Binaan terhadap lingkungan sekaligus memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., menyampaikan bahwa pengembangan eco enzyme merupakan bagian dari upaya mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, inovatif, dan berwawasan lingkungan.

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka, termasuk mengolah sisa buah menjadi eco enzyme. Hasil panen sebanyak 40 liter ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana dapat menghasilkan manfaat apabila dikelola dengan baik dan konsisten. Harapannya, keterampilan seperti ini dapat menjadi bekal yang berguna bagi Warga Binaan sekaligus mendukung budaya peduli lingkungan di Rutan Mamuju,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Rutan Mamuju terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.

Kapolresta Mamuju Siapkan Pengamanan Maksimal Kunjungan Wapres Gibran di Mamuju

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement