Mamuju, Kabarsulbar.com — Semangat gotong royong dan nasionalisme ditunjukkan secara nyata oleh warga RT 02 Dusun Baobatu, Desa Bambu, Kabupaten Mamuju. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya (patungan) untuk menggelar berbagai perlombaan rakyat khususnya bagi para anak-anak.
Inisiatif ini lahir dari keinginan bersama agar momentum peringatan kemerdekaan di tingkat dusun tetap berlangsung meriah dan berkesan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antawarga.
Swadaya dan Kekeluargaan
Kegiatan yang didanai dari iuran sukarela warga ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan halangan untuk merayakan hari bersejarah bangsa. Penggalangan dana dilakukan secara transparan oleh panitia lokal yang dibentuk para ibu-ibu dan pemuda setempat.
Antusiasme warga terlihat tinggi, tak hanya dari kontribusi materi, tetapi juga dari kesediaan mereka untuk menyumbang tenaga, penyiapan lokasi, hingga pendaftaran peserta lomba.
Rangkaian Lomba dan Hiburan Rakyat
Berbagai perlombaan khas 17-an telah disiapkan untuk menghibur warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga emak-emak.
Lomba Kemerdekaan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 16 hingga 17 Agustus. Penyerahan hadiah yang dirangkaikan dengan panggung hiburan sederhana dan doa bersama untuk kemajuan bangsa serta kesejahteraan warga Desa Bambu.
Ketua panitia pelaksana Erwan, menjelaskan bahwa terlaksananya kegiatan perlombaan di Dusun Baobatu Desa Bambu merupakan inisiatif dari para ibu-ibu dengan cara patungan, sehingga lomba kemerdekaan bisa berjalan.
” Awalnya ini masukan dari beberapa ibu-ibu yang di komandoi oleh Mama Fhebi (Hasra) menyampaikan bahwa tidak seru kalau kita di Baobatu tidak melaksanakan lomba kecil-kecilan untuk menyenangkan anak-anak kita, akhirnya usulan itu kami tindaklanjuti bersama dan melaksanakan rapat kecil-kecilan beberapa hari yang lalu,” Ungkap Erwan, Minggu 16/08/26.
Lebih lanjut, Erwan juga menyampaikan bahwa setelah melaksanakan rapat bersama para ibu-ibu, sehingga kegiatan lomba bisa berjalan yang dilaksanakan selama dua hari.
” Dari hasil Rapat itu, akhirnya kami sepakat penggalangan dana dengan cara Patungan perorang menyumbangkan sebanyak Rp. 30.000 rupiah untuk membeli hadiah dan keperluan lainnya. Perlombaan ini semua akan mendapatkan hadiah tanpa kecuali karena intinya bukan semata mata perlombaan untuk mencari juara melainkan kebersamaan dan kebahagiaan anak-anak bersama para ibu-ibu, ” Tambahnya.
Inti dari kegiatan ini bukanlah seberapa besar hadiah yang diperebutkan, melainkan nilai kebersamaan dan kegembiraan yang dirasakan seluruh warga Dusun Baobatu.
Melalui perayaan HUT RI ke-81 ini, warga Dusun Baobatu berharap tradisi swadaya dan gotong royong dapat terus terjaga serta menjadi teladan kekompakan bagi wilayah sekitarnya.




Komentar