Mamuju — Semangat berbagi pada momentum Iduladha 1447 Hijriyah kembali ditebarkan Panitia Qurban Wahdah Islamiyah Mamuju melalui penyembelihan dan pendistribusian 57 ekor hewan qurban yang terdiri dari sapi dan kambing.
Pelaksanaan penyembelihan dipusatkan di kompleks SMP Islam Terpadu Wildan Putri Mamuju dengan menerapkan sistem kerja yang tertib, higienis, dan efisien agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.
Dalam proses penyembelihan, panitia menggunakan alat perebah sapi atau restraining box untuk mempermudah penanganan hewan qurban.
Penggunaan alat tersebut dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga sekaligus mengurangi tingkat stres pada hewan sebelum disembelih.
Ketua Panitia Qurban, Lukman, mengatakan bahwa penerapan teknologi sederhana tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan qurban yang profesional dan tetap sesuai syariat.
“Penggunaan restraining box membantu proses penyembelihan menjadi lebih aman, cepat, dan tetap memperhatikan kenyamanan hewan qurban sebelum disembelih,” ujarnya (Jumat, 29/05/2026).
Tak hanya fokus pada proses penyembelihan, panitia juga memberikan perhatian serius terhadap aspek kebersihan dan higienitas di setiap tahapan pengolahan daging qurban.

Pada bagian pengulitan, panitia menggunakan alas terpal yang selalu dibersihkan setiap selesai menangani satu ekor sapi guna mencegah kontaminasi pada daging. Sementara pada proses pencacahan, pemotongan tulang, hingga pengemasan, seluruh tim diarahkan menjaga standar kebersihan menggunakan alat pelindung seperti, Handscoon, celemek, dan box daging qurban agar kualitas daging tetap terjaga sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Menurut Lukman, kepercayaan masyarakat yang menitipkan hewan qurbannya menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar. Karena itu kami berupaya menjaga proses qurban tetap syar’i, tertib, dan higienis dari awal hingga penyaluran,” katanya.
Daging qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di enam kecamatan di Kabupaten Mamuju, yakni Tapalang, Tapalang Barat, Simboro, Mamuju, Kalukku, dan Tommo.
Penyaluran dilakukan secara terorganisir agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh warga yang jarang menikmati daging qurban.
Panitia membagi distribusi daging qurban ke dalam tiga kategori, yakni untuk para shohibul qurban, hadiah bagi masyarakat umum termasuk para mualaf dan nonmuslim yang berdomisili di sekitar lokasi penyembelihan, serta sedekah bagi kaum dhuafa.
Lukman menegaskan bahwa qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga momentum menghadirkan kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh melalui momentum Iduladha ini, sehingga manfaat qurban benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan qurban tersebut, Wahdah Islamiyah Mamuju ingin menghadirkan nilai pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial agar terus hidup di tengah masyarakat. (akb*)




Komentar