Keterangan Gambar: Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulbar. M. Yamin Saleh
Mamuju, Kabarsulbar.com — Momentum Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan Wahdah Islamiyah wilayah Sulawesi Barat untuk kembali menghadirkan pelayanan qurban bagi masyarakat. Melalui kepanitiaan qurban yang tersebar di enam kabupaten, Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat mengelola sebanyak 130 ekor hewan qurban dan menyalurkan sekitar 9 ton daging qurban ke berbagai wilayah, termasuk daerah pelosok di Sulawesi Barat.
Sebanyak 130 ekor hewan qurban tersebut, terdiri dari 97 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Proses pengelolaan qurban dilakukan secara terorganisir mulai dari pengadaan hewan, penyembelihan, hingga pendistribusian kepada masyarakat penerima manfaat.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, M. Yamin Saleh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia qurban di enam kabupaten atas dedikasi mereka dalam melayani umat. Jumat, 29/05/2026
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi seluruh panitia qurban Wahdah Islamiyah di enam kabupaten yang telah bekerja keras memfasilitasi umat dalam melaksanakan ibadah qurban dengan baik dan penuh amanah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kepanitiaan qurban Wahdah Islamiyah tidak terlepas dari pengelolaan yang dilakukan secara profesional dan sesuai syariat. Menurutnya, seluruh proses dijalankan dengan prinsip syar’i dan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
“Mulai dari pengadaan hewan, proses penyembelihan hingga pendistribusian daging dilakukan secara syar’i, halalan thayyiban, dan memenuhi standar ASUH. Ini yang terus kami jaga sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat setiap tahun,” kata Yamin.
Selain itu, Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat juga menghadirkan program tabungan qurban yang dinilai membantu masyarakat dalam mempersiapkan ibadah qurban sejak jauh hari.
“Program tabungan qurban sangat membantu masyarakat karena mereka dapat menyisihkan dana setiap bulan sehingga tidak terlalu terbebani ketika musim qurban tiba,” tambahnya.
Ke depan, Yamin berharap panitia qurban yang dikordinir melalui Departemen Sosial, Kesehatan dan Lingkungan Hidup Depsoskesling Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat. Ia bahkan mendorong adanya inovasi dalam pendistribusian daging qurban.
“Kalau selama ini daging disalurkan dalam bentuk mentah, kami berharap tahun-tahun mendatang panitia dapat berinovasi menyalurkan daging qurban dalam bentuk siap saji, khususnya bagi kaum dhuafa yang memiliki keterbatasan dalam mengolah daging,” ujarnya.
Secara terpisah, pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat turut memberikan apresiasi terhadap pengelolaan qurban Wahdah Islamiyah. Tim dokter hewan dari dinas tersebut diterjunkan untuk melakukan pemantauan kesehatan dan pengelolaan hewan qurban di lapangan.
Dokter hewan, drh. Aryn, menyampaikan bahwa panitia qurban Wahdah Islamiyah terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
“Kami melihat pengelolaan qurban di Wahdah Islamiyah terus berinovasi dan semakin profesional. Proses penyembelihan dan penanganan hewan qurban juga sudah memperhatikan standar kesehatan dan kebersihan yang baik,” ungkapnya saat memantau penyembelihan hewan qurban di kompleks SMP Islam Terpadu Wildan, Jalan Musa Karim, Mamuju.




Komentar