MAMUJU TENGAH, Kabarsulbar.com – Krisis air bersih melanda warga Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah. Sudah sebulan terakhir, fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan atau SPAM IKK di wilayah tersebut macet total dan tidak mengalirkan air ke rumah-rumah warga. Kondisi ini memicu keluhan dan protes keras dari masyarakat setempat yang merasa haknya terabaikan.
Bagi warga Desa Babana, air bersih adalah kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditunda. Guna memenuhi kebutuhan memasak, mencuci, dan mandi sehari-hari, warga kini terpaksa mencari alternatif lain. Sebagian warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih jeriken, sementara sebagian lainnya terpaksa memanfaatkan air sumur gali yang kondisinya kurang layak konsumsi.
Salah seorang warga Desa Babana mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa tersendatnya aliran air ini bukan kali pertama terjadi, namun kali ini adalah yang terlama hingga mencapai satu bulan penuh. Warga merasa janggal karena kewajiban membayar iuran tetap berjalan, namun hak mereka untuk menikmati fasilitas air bersih justru tidak terpenuhi.
” Apes kita kalau kondisi begini terus sudah sebulan air tak mengalir, kami tidak bisa melakukan pengeboran karena percuma sebab airnya asin, mau gali sumur juga airnya susah pak,” Ungkapnya dengan nada kecewa, Jumat, 05/06/26.
” Kami juga heran dengan pengelolah SPAM IKK, tagihan tiap bulan liuran ancar tapi, tapi giliran air tidak mengalir mereka tidak ada respon. Kewajiban kami sudah laksanakan dan kamu juga menuntut hak kami yaitu air harus tetap mengalir, ” Kesalnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan pasti dari pihak pengelola SPAM IKK maupun dinas terkait mengenai penyebab utama mampetnya distribusi air tersebut. Warga mengaku belum mendapatkan sosialisasi atau informasi resmi, apakah kendala ini disebabkan oleh kerusakan teknis pada mesin pompa, kekeringan pada sumber air baku, atau adanya kebocoran pipa jaringan distribusi.
Masyarakat Desa Babana sangat berharap pemerintah daerah dan pihak pengelola SPAM IKK segera turun tangan melakukan perbaikan. Warga menegaskan, pasokan air bersih yang lancar sangat dinantikan agar aktivitas domestik dan kesehatan lingkungan desa bisa kembali normal tanpa membebani ekonomi warga yang terus terkuras untuk membeli air eceran. (KS)




Komentar