Mamuju – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kepemimpinan bagi para pejabat administrator sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja organisasi dan mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Hukum.
“Pengembangan kompetensi kepemimpinan harus terus dilakukan agar para pejabat mampu menghadirkan inovasi, melakukan perubahan yang berdampak positif bagi organisasi, serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Saefur Rochim.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi keikutsertaan Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sulawesi Barat, Juani, dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan LXXVII yang dilaksanakan secara daring, Senin (8/6).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan, Mutia Farida, serta Ketua Tim Kerja PKA Angkatan LXXVII, Hendri Guntoro. Keduanya memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan pelatihan, sistem evaluasi, serta tahapan pembelajaran yang akan diikuti oleh seluruh peserta selama program berlangsung.
Dalam pemaparannya, Mutia Farida menjelaskan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga ditentukan oleh aspek kedisiplinan, integritas, kemampuan pengembangan kompetensi, serta keberhasilan merancang dan mengimplementasikan aksi perubahan di unit kerja masing-masing.
Menurutnya, penilaian dalam PKA mencakup berbagai komponen, mulai dari evaluasi akademik, sikap dan perilaku, studi lapangan, hingga produk aktualisasi kepemimpinan yang menjadi indikator utama dalam menentukan kelulusan peserta. Karena itu, setiap peserta didorong untuk menghasilkan aksi perubahan yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi.
Sementara itu, Hendri Guntoro memaparkan aspek teknis penyelenggaraan PKA Angkatan LXXVII, termasuk tahapan pembelajaran mandiri yang berlangsung pada 8 hingga 19 Juni 2026. Pada fase tersebut, peserta diwajibkan menyusun esai terkait isu-isu aktual pada setiap agenda pembelajaran, mengikuti kuis Smart Governance, serta memanfaatkan platform pembelajaran digital yang telah disediakan.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola waktu, partisipasi aktif dalam setiap proses pembelajaran, serta kepatuhan terhadap jadwal yang telah ditetapkan, khususnya pada sesi pembelajaran sinkron yang wajib diikuti secara penuh oleh seluruh peserta.
Saefur Rochim berharap melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator tersebut, para peserta mampu memperkuat kompetensi manajerial, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi.
“Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” pungkasnya.




Komentar