Pasangkayu, Kabarsulbar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasangkayu memastikan pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayahnya berjalan optimal sejak hari pertama. Kehadiran perdana para petugas sensus langsung menyasar jajaran pimpinan daerah sebagai responden utama.
Pada hari pertama pendataan, Senin (15/6/2026), tim sensus melakukan pendataan terhadap Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati. Sementara itu, di saat yang sama, Wakil Bupati Pasangkayu menjalani pendataan di ruang kerjanya.
Kepala BPS Pasangkayu, Hirlan Khaeri, turun langsung mendampingi tim sensus dalam proses tersebut sebagai bentuk pengawasan sekaligus penguatan kualitas data di lapangan.
“Pendataan ini merupakan bagian dari SE2026 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, baik dari sisi metodologi maupun kualitas data,” ujar Hirlan.
Kerahkan 169 Petugas Lapangan
Untuk menjangkau seluruh pelaku usaha di Kabupaten Pasangkayu, BPS menerjunkan sedikitnya 169 petugas yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PCL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).

Hirlan menjelaskan, keterlibatan aktif kepala daerah dan wakil kepala daerah di hari pertama ini merupakan contoh konkret bagi masyarakat. Dalam prosesnya, Bupati dan Wabup memberikan data secara terbuka dan lengkap kepada petugas yang berkunjung.
“Partisipasi responden sangat menentukan kualitas data. Kami mengapresiasi keterbukan pimpinan daerah sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan data ekonomi yang akurat dan terpercaya,” katanya.
Fondasi Kebijakan Ekonomi Daerah
Pendataan Lengkap SE2026 bertujuan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan karakteristik kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari skala mikro, kecil, hingga besar. Hasil dari sensus ini nantinya akan menjadi basis data penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Hirlan menekankan bahwa seluruh petugas yang diterjunkan merupakan personel resmi yang telah dilatih, dibekali identitas, serta didukung teknologi digital demi efisiensi pengumpulan data. Kendati demikian, validitas data tetap bertumpu pada kejujuran responden.
Sementara itu, Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha di wilayahnya untuk menyambut petugas sensus dengan baik.
“Mari berikan data yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya. Data yang berkualitas akan berdampak langsung pada perencanaan pembangunan ekonomi Pasangkayu yang lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkas Yaumil.




Komentar