Pasangkayu, Kabatlrsulbar.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pasangkayu menunjukkan komitmen untuk turut berperan aktif dalam upaya penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pasangkayu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi pengelolaan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pasangkayu menegaskan bahwa persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pengelola zakat.
Menurutnya, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen sosial dan ekonomi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penyaluran zakat tidak hanya diarahkan pada bantuan konsumtif, tetapi juga dapat difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kualitas hidup keluarga, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu.
> **“Kami berkomitmen agar zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang nyata, terutama bagi keluarga yang berada dalam kondisi miskin dan rentan. Penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem membutuhkan kolaborasi, sehingga BAZNAS siap mengambil bagian sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki,”** ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Pasangkayu.
Dalam penanganan stunting, BAZNAS dapat mengambil peran melalui dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga kurang mampu, bantuan pangan bergizi, serta dukungan terhadap kebutuhan dasar anak dan ibu. Sementara dalam penanganan kemiskinan ekstrem, program zakat dapat diarahkan pada bantuan kebutuhan pokok sekaligus pemberdayaan ekonomi agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian dan pendapatannya.
Komitmen tersebut juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pendistribusian zakat. Data penerima manfaat perlu menjadi perhatian agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga miskin, kelompok rentan, dan masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan serta keterbatasan ekonomi.
BAZNAS Kabupaten Pasangkayu juga mendorong adanya sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem membutuhkan kepedulian bersama. BAZNAS Kabupaten Pasangkayu menegaskan kesiapannya untuk terus mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kepedulian sosial demi mewujudkan masyarakat Pasangkayu yang lebih sejahtera.




Komentar