Hukum & Kriminal
Beranda » Berita » Buntut Dugaan Pemukulan Saat Mediasi di SMA 1 Bambalamotu, Reporter Tribun Sulbar Resmi Lapor ke SPKT Polres Pasangkayu

Buntut Dugaan Pemukulan Saat Mediasi di SMA 1 Bambalamotu, Reporter Tribun Sulbar Resmi Lapor ke SPKT Polres Pasangkayu

Pasangkayu. kabarsulbar.com – Reporter Tribun Sulbar, Taufan, resmi melaporkan dugaan pemukulan dan ancaman yang dialaminya saat menghadiri undangan klarifikasi di SMA Negeri 1 Bambalamotu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasangkayu, Sulawesi Barat, Jumat (18/9/2026) sore.

Taufan datang ke SPKT Polres Pasangkayu bersama sejumlah rekan seprofesinya untuk membuat laporan atas peristiwa yang terjadi beberapa jam sebelumnya di lingkungan sekolah tersebut.

Laporan itu ditempuh setelah pertemuan yang semula diharapkan menjadi ruang klarifikasi atas pemberitaan justru berujung dugaan kekerasan terhadap dirinya.

“Hari ini saya melaporkan kejadian yang saya alami ke SPKT Polres Pasangkayu. Saya datang bersama rekan-rekan jurnalis. Saya berharap laporan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Pihak kuasa hukum Taufan juga mendorong agar perkara tersebut ditangani secara terbuka dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ditreskrimsus Polda Sulbar Ungkap Skandal Dana Desa Lampoko, Kerugian Negara Capai Rp746 Juta

Kuasa hukum meminta proses hukum dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan, tanpa membedakan pihak yang terlibat dalam perkara.

Langkah hukum tersebut merupakan buntut dugaan kekerasan dan ancaman yang diterima Taufan saat melakukan kegiatan liputan di SMA Negeri 1 Bambalamotu.

Berawal dari Undangan Klarifikasi

Diberitakan sebelumnya, undangan klarifikasi yang semula diharapkan menjadi ruang untuk menjelaskan pemberitaan berujung dugaan kekerasan terhadap seorang reporter Tribun Sulbar, Taufan.

Taufan mengaku dipukul seorang pria bernama Umar saat menghadiri undangan mediasi di sebuah sekolah di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Jumat (18/9/2026) pagi.

Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ dan 928 Kardus Oli Ilegal ke Kejaksaan

Pertemuan itu berlangsung setelah pemberitaan yang dibuat Taufan sebelumnya viral. Pihak sekolah kemudian meminta dirinya datang untuk mengikuti klarifikasi atau mediasi.

Taufan mengatakan, dirinya memenuhi undangan tersebut dengan niat baik. Ia datang untuk memberikan penjelasan sekaligus memenuhi hak jawab pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan.

Setibanya di sekolah, Taufan masuk ke sebuah ruangan bersama salah seorang staf guru. Percakapan awal berlangsung santai.

Situasi berubah setelah Umar datang mengantar istrinya yang merupakan salah satu guru di sekolah tersebut. Umar kemudian bergabung dalam percakapan bersama Taufan.

Menurut Taufan, Umar mengaku sebagai keluarga dirinya. Pembicaraan kemudian beralih pada pemberitaan yang dipersoalkan.

URC Polresta Mamuju Bersama Tim Resmob Bekuk Terduga Pencuri Kotak Amal Masjid Darul Falah

Umar disebut mempertanyakan isi berita dan menilai pemberitaan tersebut harus dipertanggungjawabkan. Taufan juga mengaku mendapat ucapan bernada ancaman.

“Siapapun kau, kalau kau bikin masalah, saya orang berani mati di sini,” ujar Taufan menirukan ucapan Umar.

Taufan mengaku memilih tidak menanggapi ucapan tersebut. Ia tetap berada di ruangan dan tidak meladeni pernyataan yang disampaikan Umar.

Dalam perbincangan itu, Umar juga disebut menuding Taufan membuat berita hoaks.

Taufan membantah tudingan tersebut. Menurut dia, pemberitaan dibuat berdasarkan keterangan narasumber yang diperoleh dalam proses peliputan.

Perdebatan kemudian memanas. Taufan mengatakan Umar emosi setelah dirinya tidak menanggapi ucapan tersebut.

Umar disebut berdiri dan melayangkan pukulan ke arah Taufan.

Seorang guru yang berada di lokasi sempat menahan Umar. Namun, lanjut Taufan, upaya tersebut tidak serta-merta menghentikan aksi tersebut.

Umar disebut kembali melakukan pemukulan. Taufan kemudian menangkis menggunakan tangan kirinya.

“Saya tangkis pakai tangan kiri. Andai tidak saya tangkis, pukulan itu pasti mendarat di mukaku,” ungkap Taufan.

Setelah keluar dari ruangan, ketegangan disebut masih berlanjut.

Taufan mengatakan Umar kembali menunjuk-nunjuk dirinya. Umar juga disebut menantangnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

“Kalau kau lapor polisi, saya tunggu laporanmu. Saya tunggu beraninya melapor polisi,” ucap Taufan menirukan ancaman tersebut.

M

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement