Mamuju, Kabarsulbar.com — Aktivitas penimbunan lahan untuk pembangunan gudang milik PT. Surya Mas di Dusun Manalisse Desa Tadui, Kecamatan Mamuju dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Kepulan debu pekat yang dihasilkan dari lalu lalang kendaraan proyek dan proses penimbunan material dinilai sangat mengganggu pemukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, material tanah yang mengering diterbangkan angin hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Tak hanya mengotori perabotan dan lantai rumah, kondisi ini juga mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan jangka panjang, khususnya penyakit saluran pernapasan (ISPA) pada anak-anak dan lansia.
salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa ketebalan debu semakin parah saat cuaca terik dan angin kencang.
” Selama pekerjaan penimbunan pembangunan Gudang milik PT. Surya Mas kendaraan Truck lalu lalang dibelakang rumah tanpa adanya perhatian dari PT. Surya Mas. Meskipun sudah menyapu rumah. Kami khawatir anak-anak jadi gampang sakit batuk dan sesak,” ujar salah satu warga terdampak, Rabu, 29/07/26.
Warga menyayangkan kurangnya langkah antisipasi dari pihak pengembang atau kontraktor PT. Surya Mas tidak melakukan penyiraman jalan yang yang dilalui Truck yang klau lalang memuat material timbunan.
Melalui keluhan ini, warga Dusun Manalisse berharap pihak manajemen PT. Surya Mas segera mengambil tindakan nyata, seperti:
Meningkatkan frekuensi penyiraman jalan yang dilakukan truck secara berkala di area sekitar pemukiman.
Memasang jaring penahan debu (dust net) di sekeliling area proyek.
Mengatur kecepatan kendaraan proyek agar tidak memicu paparan debu berlebih.
Hingga berita ini diturunkan, pihak warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait turun tangan untuk melakukan pengawasan agar aktivitas pembangunan dapat berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan serta kesehatan lingkungan masyarakat setempat.




Komentar