MAMUJU, Kabarsulbar.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali memicu kekacauan lalu lintas di Kota Mamuju. Puluhan hingga ratusan kendaraan roda dua dan empat terpaksa mengular panjang hingga ratusan meter di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simbuang. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kemacetan parah di jalur utama, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain yang harus bermanuver di tengah arus yang tersendat.
Pantauan di lokasi pada Kamis (17/9/2026) pagi menunjukkan deretan sepeda motor dan mobil pribadi memenuhi bahu jalan serta sebagian badan jalan raya menuju SPBU Simbuang. Antrean yang dimulai sejak dini hari belum juga terurai karena stok Pertalite yang tersedia sangat terbatas dibandingkan volume kendaraan yang datang.
” Sudah tiga jam saya antre di sini, tapi giliran masih jauh. Jalan di belakang kami sudah macet total, pengendara lain yang mau lewat jadi ikut terhambat,” keluh Wahyu seorang pengendara sepeda motor yang terlihat lelah menunggu.
Dampak dari antrean ini terasa hingga ke persimpangan terdekat, di mana kendaraan dari arah berlawanan harus ekstra hati-hati menghindari tabrakan dengan kendaraan yang keluar-masuk area SPBU. Minimnya pengaturan lalu lintas oleh petugas membuat situasi semakin semrawut. Beberapa pengendara nekat menerobos celah sempit atau memutar balik secara ilegal demi menghindari antrean, yang justru menambah risiko kecelakaan.
” Ini sangat berbahaya, apalagi kalau ada truk besar atau bus yang harus lewat. Jarak pandang sering terhalang antrean motor,” ujar seorang pengemudi angkutan umum yang terjebak kemacetan.
Warga setempat mendesak pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk segera turun tangan mengatur lalu lintas di sekitar SPBU Simbuang. Penerapan sistem satu arah sementara, penambahan petugas pengaturan, atau bahkan penunjukan area antrean khusus yang tidak mengganggu jalur utama dinilai sangat mendesak. Tanpa intervensi cepat, antrean Pertalite bukan hanya soal kelangkaan energi, tetapi juga bom waktu keselamatan berkendara di ruas jalan vital Mamuju.
Sementara itu, solusi jangka panjang dari pihak Pertamina dalam menjamin kestabilan distribusi Pertalite mutlak diperlukan agar tragedi antrean yang melumpuhkan lalu lintas ini tidak terus berulang. Warga juga dihimbau untuk tetap waspada dan menjaga jarak aman saat melintas di area rawan antrean demi keselamatan bersama. Keluhan warga Mamuju kali ini menegaskan bahwa ketersediaan energi terjangkau adalah hak dasar yang harus dipenuhi demi keberlangsungan mobilitas dan keselamatan publik.





Komentar