Mamuju
Beranda » Berita » Sebulan Pascatransplantasi, Karang Pulau Karampuang Kembali Dimonitor

Sebulan Pascatransplantasi, Karang Pulau Karampuang Kembali Dimonitor

MAMUJU, Kabarsulbar.com 09/08/2026. Komitmen menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang di Pulau Karampuang terus dilakukan. Satu bulan setelah pelaksanaan kegiatan transplantasi karang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju kembali turun ke lapangan untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan karang hasil transplantasi.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya evaluasi untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan karang setelah dilakukan transplantasi. Pengamatan dilakukan secara langsung di bawah laut dengan melihat kondisi karang, media transplantasi, serta perkembangan koloni karang pada lokasi rehabilitasi.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju berkolaborasi dengan Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP) Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU). Dosen dan mahasiswa MSDP turut terlibat dalam proses pengamatan, dokumentasi, dan pencatatan kondisi karang hasil transplantasi.

Arwin (Dosen MSDP UNIMAJU) Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung konservasi sumber daya pesisir. Selain memberikan dukungan terhadap program rehabilitasi terumbu karang, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengelolaan sumber daya perairan secara langsung di lapangan.

Sambut HUT ke-12, Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Gelar Rapat Matangkan Persiapan Panitia

Monitoring satu bulan pascatransplantasi menjadi tahap penting untuk melihat respons awal karang terhadap media dan lingkungan perairan. Hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pemeliharaan serta monitoring lanjutan agar program rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pulau Karampuang sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata bahari dan ekosistem pesisir yang penting bagi Kabupaten Mamuju. Keberadaan terumbu karang yang sehat tidak hanya memiliki fungsi ekologis sebagai habitat berbagai biota laut, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik utama wisata bahari.

Karena itu, konservasi terumbu karang di Pulau Karampuang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan transplantasi, tetapi dilanjutkan dengan monitoring, pemeliharaan, edukasi, serta pelibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju, Universitas Muhammadiyah Mamuju, dosen, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun model pengelolaan wisata bahari yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Dari Pulau Karampuang, konservasi dimulai. Dari kolaborasi, keberlanjutan diwujudkan.(Arw)

Keterampilan Otomotif Warga Binaan Rutan Mamuju Kian Terasah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement