Pasangkayu
Beranda » Berita » Investigasi Dugaan Limbah Palma Sumber Lestari, IJS Pasangkayu Minta Pembuktian Secara Terbuka

Investigasi Dugaan Limbah Palma Sumber Lestari, IJS Pasangkayu Minta Pembuktian Secara Terbuka

PASANGKAYU — Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Kabupaten Pasangkayu, A. Ansar, turun langsung melakukan investigasi lapangan menyusul adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan aliran limbah dari aktivitas PT Palma Sumber Lestari (PSL) di wilayah Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Minggu 9 Agustus 2026

Investigasi tersebut dilakukan setelah sebelumnya Ketua IJS Pasangkayu mengonfirmasi dugaan persoalan limbah kepada pihak perusahaan melalui pesan WhatsApp pada 9 Agustus 2026.

Dalam komunikasi tersebut, Humas PT Palma Sumber Lestari, Sahidin, menyampaikan bahwa air yang terlihat mengalir dalam video yang dikirimkan terkait pengaduan masyarakat bukanlah limbah.

Menurut Sahidin, air tersebut merupakan air putih dan bukan berasal dari limbah perusahaan.

“Yang mengalir itu air putih, bukan limbah. Kalau tidak benar, Kanda, saya akan laporkan ki,” demikian pernyataan Sahidin sebagaimana disampaikan melalui komunikasi WhatsApp dengan Ketua IJS Pasangkayu.

Ritel Modern Semakin Menjamur di Pasangkayu, Bemnus Sulbar Soroti Tidak Adanya Regulasi Yang Tegas dari Pemerintah Daerah

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons tegas dari A. Ansar. Ia mengaku merasa pernyataan tersebut bernada ancaman, terlebih karena dirinya menjalankan fungsi jurnalistik dan melakukan konfirmasi berdasarkan adanya pengaduan masyarakat.

Ansar menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan apabila pihak perusahaan ingin melaporkan hasil pemberitaan maupun aktivitas investigasi yang dilakukan. Namun, ia meminta agar seluruh pihak melihat langsung fakta di lapangan.

“Laporkan saja, Dinda. Saya sudah pernah turun. Kalau mau bukti, kita bertemu dengan masyarakat selaku pemilik lahan yang terdampak. Kita lihat bersama pada hari Senin,” tegas Ansar.

Turun Langsung ke Lokasi

Menindaklanjuti pernyataan tersebut, Ketua IJS Pasangkayu A. Ansar kemudian turun langsung ke lapangan pada sore hari bersama sejumlah anggota tim IJS dan masyarakat yang mengaku terdampak.

Limbah Palma Jadi Sorotan Bertahun-tahun, Warga Desak Solusi Transparan, IJS Bawa Suara Masyarakat

Investigasi dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi aliran air, titik lokasi yang dipersoalkan masyarakat, serta mencocokkannya dengan informasi yang sebelumnya disampaikan pihak perusahaan.

Dari hasil penelusuran lapangan, Ansar menyebut terdapat sejumlah titik di sekitar wilayah perusahaan yang menurutnya perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia juga menyatakan bahwa kondisi yang ditemukan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan keterangan yang diterimanya dari pihak Humas PT Palma Sumber Lestari melalui WhatsApp.

“Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, kami menemukan beberapa titik koordinat di sekitar wilayah PT Palma Sumber Lestari yang kondisinya perlu dipertanyakan. Apa yang kami lihat di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan keterangan yang disampaikan Humas melalui WhatsApp kepada saya.”

Menurut Ansar, hasil investigasi tersebut menjadi dasar bagi IJS Pasangkayu untuk menyampaikan informasi kepada publik secara faktual. Ia menegaskan bahwa pemberitaan yang dilakukan bukan untuk menghakimi perusahaan, melainkan untuk mengawal pengaduan masyarakat dan memastikan adanya kejelasan atas dugaan persoalan lingkungan yang dipersoalkan.

Komitmen PT Letawa Pada Pendidikan, 55 Siswa Tikke Raya Terima Beasiswa Astra Cerdas

Humas Perusahaan Belum Berikan Tanggapan Lanjutan

Ketua IJS Pasangkayu kembali berupaya meminta klarifikasi kepada Humas PT Palma Sumber Lestari pada Senin pagi, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Namun, menurut Ansar, pesan yang dikirimkan hanya dibaca dan hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan lebih lanjut dari pihak Humas perusahaan.

“Kami sudah mencoba kembali melakukan konfirmasi melalui telepon dan WhatsApp. Pesan dibaca, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Kami tetap membuka ruang yang seluas-luasnya kepada pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab,” ujar Ansar.

Ansar menegaskan, IJS Pasangkayu akan tetap berpegang pada prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Setiap informasi yang diperoleh dari masyarakat akan diverifikasi, sementara keterangan dari pihak perusahaan tetap akan dimuat sebagai bagian dari hak jawab.

Ia juga meminta agar persoalan dugaan pencemaran atau limbah tidak hanya menjadi perdebatan antara masyarakat dan perusahaan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan instansi teknis yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup.

“Kami memberitakan berdasarkan fakta yang kami temukan di lapangan. Kalau pihak perusahaan menyatakan itu bukan limbah, silakan dibuktikan melalui pemeriksaan dan kajian dari instansi yang berwenang. Kami siap memuat klarifikasi dan hasil pemeriksaan tersebut secara berimbang,” tegasnya.

IJS Pasangkayu juga menyatakan akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut, termasuk menunggu tanggapan resmi dari manajemen PT Palma Sumber Lestari terkait hasil investigasi lapangan yang dilakukan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Humas PT Palma Sumber Lestari belum memberikan tanggapan lanjutan atas hasil investigasi dan konfirmasi yang disampaikan Ketua IJS Pasangkayu.

Tim IJS Pasangkayu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement