Polewali Mandar – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe gantung di Desa Tubbi, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, terus dikebut. Pengecoran blok angkur jembatan mulai dilakukan setelah tim teknis melakukan pengukuran ulang di lokasi.
Hasil pengukuran terbaru menunjukkan bentangan jembatan yang sebelumnya direncanakan sepanjang 120 meter kini menjadi 150 meter.
Tim teknis Jembatan Perintis Garuda, Ahmad Kamal, mengatakan perubahan tersebut dilakukan setelah pengukuran kembali menyesuaikan kondisi medan di lapangan.
“Setelah kita ukur ulang, panjang bentangan jembatan menjadi 150 meter. Posisi pondasi tiang pylon dan blok angkur juga kita geser,” kata Ahmad Kamal, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, penyesuaian posisi pondasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aliran sungai. Pondasi digeser agar struktur jembatan memiliki posisi yang lebih aman dan tidak mudah terdampak gerusan saat debit sungai meningkat.
“Kita geser agar ke depan tidak mudah tergerus oleh aliran sungai ketika terjadi banjir,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, proses pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran blok angkur. Sejumlah anggota TNI bersama masyarakat tampak bergotong royong mengangkut material menggunakan alat sederhana, sementara sebagian lainnya mengerjakan pengecoran dan merapikan bagian pondasi.
Blok angkur menjadi salah satu bagian penting pada jembatan tipe gantung karena berfungsi sebagai bagian dari sistem penahan gaya dari konstruksi kabel utama jembatan.
Sebelumnya, pengerjaan di lokasi diawali dengan pembuatan dan perakitan besi blok angkur serta penggalian pondasi. Setelah dilakukan evaluasi dan pengukuran ulang oleh tim teknis, posisi struktur disesuaikan dengan kondisi medan.
Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin sebelumnya mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tubbi merupakan upaya membuka akses masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan sungai.
Jembatan tersebut nantinya menghubungkan Desa Tubbi dengan Desa Piriang Tapiko, sehingga diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Pengerjaan jembatan dilakukan secara padat karya dengan melibatkan anggota TNI bersama masyarakat setempat.
Dengan hasil pengukuran terbaru, jembatan yang semula direncanakan memiliki bentangan 120 meter kini akan dibangun dengan panjang bentangan 150 meter, menyesuaikan kondisi medan dan pertimbangan teknis untuk menjaga keamanan serta ketahanan konstruksi. (Zik)





Komentar