DONGGALA, Kabarsulbar.com – Program budidaya ikan berbasis bioflok binaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mamuang anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, mulai menunjukkan hasil.
Kelompok Rio Mukti Jaya menggelar panen perdana ikan mujair sekaligus meresmikan operasional kolam bioflok di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya PT Mamuang dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kelompok Rio Mukti Jaya dibentuk PT Mamuang pada awal 2026 sebagai wadah pengembangan usaha budidaya perikanan berbasis masyarakat.
Perusahaan kemudian memberikan dukungan berupa empat unit kolam bioflok dan pendampingan teknis.
Saat ini, sekitar 8.000 ekor ikan mujair dibudidayakan di empat kolam tersebut.
Panen perdana dilakukan secara simbolis sebagai penanda mulai berjalannya program budidaya ikan bioflok yang dikelola kelompok masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rio Mukti yang berperan dalam mendukung pemasaran hasil panen.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk rantai usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Camat Rio Pakava, Muh Rifai, mengapresiasi kontribusi PT Mamuang dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program tersebut.
“Program seperti ini sangat membantu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian desa. Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Kepala Desa Rio Mukti, Idris Lambang, juga mengapresiasi atas dukungan PT Mamuang kepada masyarakat.
Ia berharap program budidaya bioflok dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.
“Semoga program ini dapat dikembangkan terus kedepannya, sehingga manfaat dari program ini dapat diterima lebih banyak oleh para warga,” ujarnya.
Manajemen PT Mamuang, Susila Darmawati, mengapresiasi semangat Kelompok Rio Mukti Jaya dalam mengembangkan budidaya ikan mujair.
“Kami mendorong kelompok untuk mengembangkan inovasi dalam pengelolaan usaha, termasuk memanfaatkan limbah makanan yang masih layak sebagai bahan alternatif pakan ikan,” kata Susila dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, program ini memiliki potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan.
Ke depan, Susila berharap kelompok dapat mulai mengoptimalkan pemanfaatan limbah makanan yang masih bernilai sebagai bahan baku pakan ikan.
“Pemanfaatan limbah makanan sebagai bahan baku pakan tidak hanya berpotensi menekan biaya produksi, tetapi juga dapat mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Administratur PT Mamuang, Riki Agusrinaldy, mengatakan program bioflok diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi baru.
“Kami berharap budidaya bioflok ini tidak hanya menghasilkan panen yang baik, tetapi juga mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan pangan masyarakat,” katanya.
Melalui program tersebut, PT Mamuang mendorong pengembangan usaha perikanan masyarakat agar dapat berjalan secara produktif dan mandiri.
Pendampingan dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok masyarakat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (




Komentar