News
Beranda » Berita » Jembatan Perintis TNI Hadir di Desa Martasari, Tak Ada Lagi Anak Basah-basahan Ke Sekolah

Jembatan Perintis TNI Hadir di Desa Martasari, Tak Ada Lagi Anak Basah-basahan Ke Sekolah

Pasangkayu – Pemandangan anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai dengan kondisi pakaian basah kuyup kini tinggal cerita lama bagi warga Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kesulitan tersebut resmi berakhir seiring hadirnya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang dibangun oleh prajurit TNI.

Jembatan berstruktur beton tersebut diresmikan langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 142/Taro Ada Taro Gau, Brigadir Jenderal TNI Hartono, pada Jumat (21/8/2026).
Brigjen TNI Hartono menegaskan bahwa keselamatan serta kelancaran akses pendidikan bagi generasi muda menjadi alasan utama penentuan lokasi pembangunan jembatan ini.

“Syarat utama prioritas kami adalah lokasi yang urgen. Kasihan anak-anak sekolah yang selama ini harus menyeberang sungai sampai basah-basahan untuk menuntut ilmu. Selain itu, jembatan ini penting bagi warga yang harus menyeberangi sungai demi menjual hasil sumber daya alamnya ke pasar,” ujar Brigjen TNI Hartono.

Ia menjelaskan, infrastruktur di Desa Martasari ini merupakan peresmian jembatan ke-40 dari total 53 titik yang dikerjakan di Sulawesi Barat. Pihaknya menargetkan pembangunannya terus berlanjut hingga mencapai 5.000 titik di berbagai wilayah sampai akhir Desember mendatang. Program ini berjalan sukses berkat pola swadaya dan gotong royong antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat setempat.

Manfaat nyata hadirnya jembatan perintis ini dirasakan langsung oleh masyarakat Dusun Nakula, Desa Martasari. Ibu Andik, salah seorang warga lokal, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian TNI dan pemerintah.

Kemenkum Sulbar Dukung Peningkatan Kapasitas SDM Dalam Pembentukan Regulasi

“Dulu kalau mau beraktivitas atau mengangkut hasil panen, kami harus lewat sungai dan memikulnya satu per satu. Sekarang anak-anak bisa sekolah dengan tenang, dan kendaraan roda empat sudah bisa masuk langsung menjemput hasil pertanian kami,” tuturnya.

Dengan berdirinya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, masyarakat Desa Martasari kini tak hanya menikmati akses jalan yang aman dan layak, tetapi juga optimistis akan peningkatan kualitas pendidikan anak serta pertumbuhan ekonomi desa yang lebih baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement