Pasangkayu — Tim Divisi Usaha Peternakan, Qurban, dan Aqiqah melaksanakan kegiatan koordinasi sekaligus inisiasi Program Balai Ternak di Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait dalam pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, Dr. H. Abidin, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pasangkayu, Metty Niawaty, S.H., Ketua BAZNAS Kabupaten Pasangkayu, Abdul Razak, S.Pd., serta Risman, S.E., selaku Kasi Zakat dan Wakaf.
Koordinasi ini membahas peluang pengembangan Program Balai Ternak sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Program tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha ternak, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat ekosistem peternakan di Kabupaten Pasangkayu.
Dalam pertemuan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi salah satu poin penting yang mendapat perhatian. Dukungan pemerintah melalui sektor perkebunan dan peternakan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan program pemberdayaan yang dikembangkan melalui dana zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat penerima manfaat.
Program Balai Ternak juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung kebutuhan hewan qurban dan aqiqah, sekaligus menciptakan pola usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, program ini diharapkan dapat melahirkan kelompok peternak yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Tim Divisi Usaha Peternakan, Qurban, dan Aqiqah menyampaikan bahwa koordinasi awal ini merupakan bagian dari proses membangun fondasi program secara matang, mulai dari pemetaan potensi, penguatan kelembagaan, hingga penyusunan pola kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Melalui kolaborasi tersebut, Program Balai Ternak diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan di Kabupaten Pasangkayu, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Pasangkayu — Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan program peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.




Komentar