MAMUJU , Kabarsulbar.com – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali melumpuhkan mobilitas logistik di Kota Mamuju. Antrean puluhan truk ekspedisi dan kendaraan angkutan barang kini tidak lagi hanya memenuhi area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kali Mamuju, tetapi telah meluber hingga menutupi kedua lajur jalan Trans Sulawesi . Kondisi ini menyebabkan kemacetan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengancam kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah Lintas Provinsi.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan truk, kontainer, dan pikap bak terbuka mengular panjang dari pintu masuk SPBU Kali Mamuju hingga ratusan meter ke arah jalur dua Mamuju, banyak sopir terpaksa berhenti mendadak atau memotong jalur lawan arus demi mendapatkan giliran pengisian, memicu kemacetan berantai yang sulit terurai.
” Sejak sore kami terjebak di sini. Dua lajur jalan praktis lumpuh, sementara stok solar sangat terbatas sehingga satu truk bisa menunggu 6-8 jam,” keluh seorang sopir truk ekspedisi yang terlihat kelelahan sambil memegang setir kendaraannya, Jumat, 18/09/26.
Sementara itu, pihak Pertamina diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pengiriman tangki solar dan memberikan informasi real-time mengenai stok kepada masyarakat agar antrean tidak menumpuk tanpa kepastian. Keluhan warga kali ini menegaskan bahwa ketersediaan BBM subsidi harus sejalan dengan manajemen lalu lintas yang baik, sehingga kebutuhan energi tidak mengorbankan keamanan dan kenyamanan publik di jalur vital Trans Sulawesi.





Komentar