Semarang, Kabarsulbar.com – 10 September 2026 — Komitmen terhadap pengembangan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Dr. (c) Muhammad Ardiansyah, S.Pi., M.Si., Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perikanan Universitas Mamuju. Ia telah menyelesaikan keikutsertaannya dalam The 9th International Conference on Tropical and Coastal Region Eco Development (ICTCRED) 2026, yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (UNDIP), di Aruss Hotel, Semarang, pada 9–10 September 2026.
Dalam konferensi internasional tersebut, Muhammad Ardiansyah yang merupakan mahasiswa Program Doktor Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Diponegoro angkatan 2023 sekaligus Awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), mempresentasikan hasil riset dengan tema “Management of Penja Fish Capture Fisheries (Gobi amphidromus) Sustainably in Mamuju Waters, West Sulawesi Province.”
Penelitian tersebut mengangkat salah satu potensi sumber daya perikanan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yakni ikan penja (Gobi amphidromus). Kajian ini diarahkan pada upaya membangun pengelolaan perikanan tangkap ikan penja yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi sumber daya, aktivitas penangkapan, serta keberlanjutan pemanfaatannya di perairan Mamuju.
Keikutsertaan dalam ICTCRED 2026 menjadi momentum penting bagi Muhammad Ardiansyah untuk memperkenalkan isu pengelolaan perikanan penja di Mamuju pada forum akademik internasional. Selain menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, konferensi tersebut juga membuka peluang pertukaran gagasan dan perspektif dengan akademisi, peneliti, serta pemerhati lingkungan dan sumber daya wilayah tropis dan pesisir.
Riset mengenai ikan penja dinilai memiliki relevansi strategis karena keberlanjutan perikanan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sumber daya perairan. Karena itu, pengelolaan perikanan penja membutuhkan pendekatan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan kelestarian ekosistem perairan.
Sebagai Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perikanan Universitas Mamuju, keterlibatan Muhammad Ardiansyah dalam forum internasional ini juga menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam mengangkat potensi dan persoalan pengelolaan sumber daya perikanan di Sulawesi Barat ke tingkat nasional dan internasional.
Statusnya sebagai mahasiswa doktoral UNDIP angkatan 2023 dan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) turut memperkuat perjalanan akademiknya dalam mengembangkan kajian manajemen sumber daya perairan. Penelitian tentang perikanan penja di Mamuju diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi pengelolaan perikanan yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaannya dalam ICTCRED 2026, Muhammad Ardiansyah menunjukkan bahwa kajian mengenai sumber daya perikanan lokal memiliki ruang yang penting dalam percakapan akademik global, khususnya dalam konteks pengelolaan ekosistem tropis dan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Ke depan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kajian yang lebih komprehensif sehingga mampu memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kebijakan pengelolaan perikanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat.




Komentar