Mamuju
Beranda » Berita » Dukung Pertanian Berkelanjutan, Kadisbun Sulbar Buka Pelatihan Pembuatan Aplikasi Pupuk Organik dan Pemetaan Perkebunan Kelapa Sawit

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Kadisbun Sulbar Buka Pelatihan Pembuatan Aplikasi Pupuk Organik dan Pemetaan Perkebunan Kelapa Sawit

MAMUJU, Kabarsulbar.com – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing para petani serta tenaga lapangan di sektor perkebunan. Terbaru, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Muh. Faizal Thamrin,SE secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Pembuatan Aplikasi Pupuk Organik sekaligus Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.

​Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis dalam mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit yang lebih modern, efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.

​Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar menyampaikan bahwa keberadaan teknologi informasi dan pemetaan digital kini menjadi kebutuhan mutlak bagi dunia perkebunan. Penggunaan aplikasi pembuatan pupuk organik diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan penggunaan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan mereka, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.

​” Jadi tujuan dari dilaksanakannua kegiatan pelatihan ini kepada petani kelapa sawit kita yang ada di Kabupaten Pasangkayu khususnya terbaik pembuatan aplikasi Pupuk Organik dan Pemetaan Perkebunan Kelapa Sawit. Kemudian untuk peserta yang hadir yang dilaporkan oleh kepada Dinas perkebunan kabupaten Pasangkayu yaitu sebanyak 87 peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini, ” Ucap Faizal, usia membuka kegiatan di Matos Mamuju, Jumat, 23/10/26.

Dorong Perkembangan Sawit Berkelanjutan, IPB Training Latih Petani di Sulbar Buat Pupuk Organik dan Petakan Kebun

​Selain fokus pada efisiensi pemupukan, pelatihan teknik pemetaan lokasi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) dan teknologi geospasial juga menjadi agenda utama. Pemetaan yang akurat sangat krusial untuk pendataan luas lahan, legalitas perkebunan, pemantauan produktivitas, serta pemenuhan standar sertifikasi seperti ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil).

​” Melalui pelatihan pemetaan ini, kita ingin memastikan seluruh data perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat tercatat secara valid, terpetakan dengan akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting untuk perencanaan pembangunan perkebunan ke depan serta perlindungan hak-hak petani,” tambahnya.

​Dengan dilaksanakannya dua pelatihan berorientasi masa depan ini, Dinas Perkebunan Sulbar berharap dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap teknologi, demi mewujudkan perkebunan Sulawesi Barat yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

” Kita berharap dengan pelatihan ini mereka bisa Mengimplementasikan di kebunnya masing-masing dan para kelompok tani yang lainnya, ” Tutup Faizal Thamrin.

Laporan : Daus

Kritik 2 Tahun Prabowo-Gibran: PMII Gelar Aksi Demo dan Layangkan 15 Tuntutan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement