Pasangkayu- Jembatan gantung di Sungai Salu Patagang, lingkungan Tinapu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, kini telah rampung dibangun 100 persen.
Setelah rampung dikerjakan, jembatan gantung di Sungai Salu Patagang menghadirkan akses aman dan layak bagi para santri Pondok Pesantren Syekh Zainuddin serta masyarakat sekitar yang selama ini harus menghadapi keterbatasan jalur penyeberangan.
Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata atas kebutuhan mobilitas harian, sekaligus simbol kehadiran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah binaan
Pantauan dilokasi pada Senin, (25/5/2026). Di atas jembatan yang kini kokoh membentang, terlihat Babinsa setempat, Sertu Fahril, membantu seorang santri kecil dengan menggendongnya di pundak saat melintasi jembatan.
Di belakangnya, deretan santri berjalan tertib, sebagian mengenakan seragam sekolah, sebagian lainnya berpakaian khas pesantren, menapaki jembatan dengan lebih percaya diri dibanding sebelumnya.
Sertu Fahril menuturkan, sebelum jembatan ini selesai dibangun, para santri dan warga harus ekstra hati-hati saat menyeberangi sungai, terutama saat kondisi air meningkat atau jalur licin.
Kini, kondisi tersebut telah berubah secara signifikan.
“Alhamdulillah sekarang mereka bisa melintas dengan aman. Ini yang paling penting, anak-anak pesantren dan warga setempat tidak lagi khawatir saat berangkat maupun pulang dari beraktivitas,” ujarnya.
Pihak pesantren pun menyambut baik rampungnya pembangunan jembatan ini.
Selain mempermudah akses belajar bagi para santri, jembatan tersebut juga membantu kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk distribusi kebutuhan sehari-hari.
Jembatan di Sungai Salupatagang bukan sekadar infrastruktur penghubung antarwilayah.
Akan tetapi, jembatan gantung tersebut telah menjadi pengikat harapan, menghadirkan rasa aman, serta membuka jalan yang lebih layak bagi masyarakat dan pelajar dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan.




Komentar