MAMUJU, Kabarsulbar.com – Dampak musim kemarau panjang tak menyurutkan semangat dan pengabdian para prajurit TNI. Demi merampungkan pengerjaan jalan rabat beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Pamulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, anggota satgas menyusuri medan terjal sambil memikul jeriken berisi air secara manual.
Kemarau berkepanjangan membuat sumber air bersih dan air untuk kebutuhan material konstruksi di sekitar lokasi sasaran fisik TMMD surut drastis. Akses kendaraan yang belum memungkinkan untuk membawa suplai air dalam jumlah besar memaksa para prajurit TNI bersama masyarakat setempat mengambil langkah ekstra.
Dengan menggunakan bambu dan jeriken plastik, prajurit membahu-bahu berjalan kaki menuju sumber air terdekat yang berjarak cukup jauh. Air yang dipikul tersebut menjadi elemen vital untuk proses pencampuran semen, pasir, dan batu split agar pengerjaan pengecoran jalan rabat beton tetap berjalan tepat waktu.
”nKemarau memang menjadi tantangan tersendiri, namun ini bukan alasan untuk menghentikan pekerjaan. Air sangat dibutuhkan untuk adonan beton, jadi mau tidak mau harus kita pikul bersama demi kelancaran pembangunan desa,” ujar Kolone Arm Andanf Radianto Dandim 1418/Mamuju selaku Satgas TMMD di lokasi, Kamis, 15/10/26.
Pengecoran jalan rabat beton di Desa Pamulukang ini merupakan salah satu sasaran fisik utama program TMMD. Kehadiran jalan ini nantinya diharapkan mampu membuka akses mobilitas warga serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat yang selama ini terkendala infrastruktur jalan yang memprihatinkan.
Pemandangan para prajurit yang memikul air di tengah teriknya sengatan matahari kemarau ini menjadi bukti nyata ketangguhan dan Kemanunggalan TNI bersama Rakyat.





Komentar