News
Beranda » Berita » Rutan Mamuju Kembangkan Biosaka, Dorong Kreativitas Warga Binaan Dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Rutan Mamuju Kembangkan Biosaka, Dorong Kreativitas Warga Binaan Dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Keterangan gambar: Karutan Mamuju bersama Kasubsie Pelayanan Tahanan melihat proses pembuatan Biosaka

MAMUJU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pengembangan Biosaka melalui kreativitas Warga Binaan yang berlangsung di Area Brandgang, Kamis (15/10).

Biosaka merupakan bahan yang dibuat dari remasan berbagai jenis tanaman sehat yang dipilih dari lingkungan sekitar dan dicampur dengan air. Proses pembuatannya dilakukan secara sederhana, yakni dengan meremas tanaman menggunakan tangan di dalam air hingga menghasilkan larutan yang kemudian disaring dan digunakan sebagai bahan pendukung dalam budidaya tanaman.

Dalam proses pembuatannya, pemilihan bahan tanaman menjadi salah satu tahapan penting. Tanaman yang digunakan umumnya berupa beragam jenis tumbuhan sehat yang tumbuh di sekitar lingkungan, dengan memperhatikan kondisi dan kesegarannya. Bahan tersebut diremas secara perlahan dan terus-menerus hingga air berubah warna, kemudian disaring untuk memisahkan ampas tanaman dari larutan Biosaka.

Pengembangan Biosaka ini menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengenal inovasi pertanian yang memanfaatkan potensi alam di sekitar. Selain memberikan pengalaman praktik secara langsung, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kemenkum Sulbar Siap Perkuat Pengawasan dan Integrasi Data untuk Keberlanjutan Koperasi

Kreativitas Warga Binaan terlihat melalui keterlibatan mereka dalam memilih bahan tanaman, mengolahnya menjadi larutan Biosaka, hingga mempelajari tahapan pembuatannya. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan Rutan, Warga Binaan didorong untuk menghasilkan inovasi sederhana yang dapat mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kemandirian berbasis pertanian di Rutan Mamuju. Melalui praktik langsung, Warga Binaan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, mengembangkan pola pikir kreatif, serta memperoleh pengetahuan yang bermanfaat sebagai bekal untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., yang ikut serta mamantau pembuatan biosaka ini menyampaikan bahwa pengembangan Biosaka merupakan salah satu bentuk inovasi pembinaan yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar dan berkreasi melalui kegiatan pertanian.

“Melalui pengembangan Biosaka, kami ingin mendorong Warga Binaan agar terus berinovasi, memanfaatkan potensi alam di sekitar, dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan di bidang pertanian, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Rutan Mamuju akan terus berupaya mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sehingga Warga Binaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri serta mempersiapkan bekal keterampilan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Kemenkum Sulbar Perkuat Kebersamaan Lewat Senam Bersama

Melalui pengembangan Biosaka, Rutan Mamuju menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan kemandirian yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada pemanfaatan potensi pertanian sebagai bagian dari upaya membentuk Warga Binaan yang terampil dan mandiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement