News
Beranda » Berita » Renstra Wahdah Islamiyah Sulbar Soroti Kesiapsiagaan Bencana, Wahdah Peduli Diminta Diperkuat

Renstra Wahdah Islamiyah Sulbar Soroti Kesiapsiagaan Bencana, Wahdah Peduli Diminta Diperkuat

MAMUJU — Kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan Rencana Strategis (Renstra) DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat periode 2026–2031.

Penguatan Wahdah Peduli sebagai sayap organisasi di bidang kebencanaan dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana di wilayah Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, Ustaz Amiruddin, dalam sesi tanggapan pada pleno ke-3 pembahasan Renstra. Ahad, 25/10/2026

Amiruddin mengingatkan pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dini, menyusul informasi mengenai pergerakan lempeng di kawasan Palu ke arah selatan serta aktivitas pergerakan lempeng di wilayah Mamuju dan Mamasa.

Menurutnya, potensi bencana perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun arah gerak organisasi untuk lima tahun ke depan. Wahdah Islamiyah tidak hanya perlu memperkuat pembinaan kader dan program dakwah, tetapi juga menyiapkan kemampuan untuk membantu masyarakat ketika bencana terjadi.

Kapolsekta Mamuju dan Lurah Mamunyu Mediasi Persoalan Lahan Fasilitas Umum, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang, agar ketika masyarakat membutuhkan, kita sudah siap hadir dan memberikan bantuan,” tegas Ust. Amiruddin

Dalam forum persidangan Muswil IV itu, Amiruddin merekomendasikan agar enam DPD Wahdah Islamiyah di Sulawesi Barat didorong untuk menata kembali dan memperkuat keberadaan Wahdah Peduli.

Penguatan tersebut diharapkan tidak sebatas pembentukan struktur organisasi, tetapi mencakup kesiapan relawan, koordinasi antardaerah, pemetaan risiko, serta peningkatan kemampuan dalam memberikan pertolongan dan bantuan kemanusiaan.

Dengan langkah tersebut, setiap DPD diharapkan mampu membangun kesiapan sesuai kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing.

Rekomendasi penguatan Wahdah Peduli menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berlangsung melalui pendidikan, pembinaan keislaman, dan kegiatan sosial. Dakwah juga perlu hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, termasuk saat terjadi bencana alam.

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Polresta Mamuju Amankan 21 Motor Berknalpot Brong

Dalam situasi darurat, kehadiran relawan yang sigap, terorganisasi, dan mampu bekerja sama dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak.

“Dakwah bukan hanya tentang mengajak masyarakat kepada kebaikan, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan itu ketika masyarakat sedang membutuhkan pertolongan,” jelas Ust. Amir

Melalui Renstra 2026–2031, penguatan Wahdah Peduli diharapkan menjadi bagian dari komitmen Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat dalam membangun organisasi yang tangguh, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab, kesiapsiagaan bukan sekadar persiapan menghadapi kemungkinan terburuk. Lebih dari itu, kesiapsiagaan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan sebelum pertolongan dibutuhkan. (Ali Akbar)

Kapolresta Mamuju Gelar Green Policing, Wujudkan Kepedulian terhadap Penghijauan dan Kelestarian Lingkungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement