Mamuju
Beranda » Berita » Ribuan Siswa Merindukan Hangatnya Makanan Bergizi Gratis

Ribuan Siswa Merindukan Hangatnya Makanan Bergizi Gratis

Mamuju, Kabarsulbar.com — Jam dinding menunjukkan pukul 12.00 siang. Di dalam ruang kelas, suasana belajar mulai lengang. Namun, tidak seperti biasanya, tak ada keriuhan siswa yang antusias menyambut aroma masakan hangat dari ruang distribusi.

​Sudah tiga bulan berlalu sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah ini dihentikan sementara (suspen). Tiga bulan yang terasa begitu panjang bagi ribuan siswa yang menggantungkan asupan nutrisi siang mereka pada program ini.

​Momen Yang Hilang di Tengah Hari
​Bagi anak-anak sekolah dasar, keberadaan nampan Makan Bergizi Gratis bukan sekadar urusan perut kenyang. Lebih dari itu, program ini menghadirkan kebiasaan baru yang membangun kebersamaan: belajar mencuci tangan sebelum makan, duduk bersama tanpa sekat sosio-ekonomi, hingga belajar menyukai sayur-mayur segar.

​” Biasanya kalau jam istirahat kami makan bareng-bareng di meja. Sekarang kelas jadi sepi, banyak yang cuma diam di kelas atau beli jajanan di luar gerbang,” tutur salah seorang siswa di Desa Bambu dengan nada polos, Rabu, 29/07/26.

​Bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, makanan bergizi gratis ini sering kali menjadi satu-satunya porsi makanan dengan nutrisi seimbang (protein, karbohidrat, dan vitamin) yang bisa mereka nikmati dalam sehari.

Polda Sulbar Usung Inovasi Ketuk Doors TBC Pada Forum Komunikasi Publik di Poltekkes Kemenkes Mamuju Bersama Stakehokder

​Dampak Tiga Bulan Tanpa MBG
​Penghentian sementara yang semula ditujukan untuk evaluasi dan perbaikan tata kelola ini membawa dampak yang cukup terasa di lapangan:

​Beban Ekonomi Keluarga Meningkat: Orang tua murid harus kembali menyisihkan anggaran harian untuk uang saku atau bekal makanan anak di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok.

​Kualitas Nutrisi Menurun: Tanpa pengawasan standar gizi dari menu terencana, anak-anak cenderung kembali mengonsumsi jajanan tinggi gula dan pengawet di sekitar sekolah.

​Fokus Belajar Berkurang: Para pendidik mencatat adanya penurunan konsentrasi dan stamina siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sesi siang hari.

​Menanti Dapur Umum Kembali Berasap
​Pihak sekolah, guru, hingga orang tua murid berharap proses penyempurnaan standar operasional dan evaluasi dari pemerintah dapat segera rampung. Kerinduan anak-anak akan sajian hangat dan bergizi di meja belajar mereka sudah tidak bisa ditawar lagi.

Dorong Penguatan Literasi Insan Pers BI Sulbar Gelar Capacity Building Jurnalisme Ekonomi Digital

” kasihan anak-anak kami pak, sebelum mbg dihentikan mereka sangat bahagia dan gembira ketika saat jam istirahat saling antri untuk mendapatkan makanan, tapi sekarang anak-anak kami merasa sangat kehilangan. Sebagian besar orang tua mereka berpenghasilan dari nelayan dan petani, tentu dengan adanya MBG sangat membantu mengurangi beban orang tua, ” Ucap salah satu guru.

​Di ujung bel sekolah yang menandakan waktu pulang hari itu, ribuan langkah kecil berjalan meninggalkan gerbang. Di dalam hati mereka, tersimpan satu harapan sederhana: semoga esok hari, nampan-nampan MBG kembali menyapa meja belajar mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement