Mamuju Tengah
Beranda » Berita » Senyum Ceria dan Perut Bahagia : Potret Kebahagiaan Siswa Mamuju Tengah Saat Nikmati MBG dari SPPG Lumu

Senyum Ceria dan Perut Bahagia : Potret Kebahagiaan Siswa Mamuju Tengah Saat Nikmati MBG dari SPPG Lumu

Keterangan gambar : Tampak Wajah-wajah ceria dan bahagia menyinari Siswa siswi SMPN 3 dan SMAN 3 Budong Budong saat menerima MBG dari SPPG Lumu.

MAMUJU TENGAH – Wajah-wajah ceria dan tawa riang kini menjadi pemandangan harian di sejumlah Taman Kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah di Kecamatan Budong-Budong, Mamuju Tengah. Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lumu dalam menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi fisik anak-anak, tetapi juga membawa kebahagiaan psikologis yang nyata. Bagi banyak siswa, jam makan siang bukan lagi waktu untuk menahan lapar atau berbagi bekal seadanya, melainkan momen kebersamaan yang dinanti-nanti dengan penuh antusiasme.

Pantauan di lapangan menunjukkan bagaimana siswa-siswa berebut tangan untuk membantu membagikan nampan dan duduk berkelompok dengan rapi sebelum menyantap hidangan. Menu yang disajikan—mulai dari nasi hangat, lauk pauk bergizi tinggi, hingga buah segar—selalu habis dalam hitungan menit, meninggalkan piring-piring kosong sebagai bukti kepuasan mereka.

” Awalnya saya malu karena bawa bekal cuma nasi lauk seadanya. Tapi sekarang saya senang sekali bisa makan bareng teman-teman, makanannya enak dan bikin kuat belajar,” ucap salah satu siswi SMP Negeri 3 Budong-budong sambil tersenyum lebar memegang sendoknya, Selasa, 22/09/26

Kebahagiaan ini juga terasa dari interaksi hangat antara petugas SPPG dan para siswa. Tim pendamping gizi tidak sekadar menyerahkan makanan, tetapi juga duduk bersama anak-anak, menanyakan kabar, dan memberikan edukasi gizi dengan bahasa yang mudah dipahami. Pendekatan humanis ini membuat anak-anak merasa dihargai dan dicintai, bukan hanya diberi bantuan.

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, 18 Peserta Magang Siap Dukung Tugas Pertanahan di Kantah Mamuju Tengah

“Mereka memanggil kami ‘Kakak’, bukan ‘Bu’ atau ‘Pak’. Itu membuat jarak hilang. Anak-anak jadi lebih terbuka cerita tentang masalah di rumah atau kesulitan belajar,” ujar Peni Eldiana, kepala SPPG Lumu.

Dampak positif dari program ini melampaui aspek kesehatan. Guru-guru melaporkan peningkatan konsentrasi siswa di kelas pasca-MBG, penurunan angka bolos, serta membaiknya perilaku sosial antar-teman. Orang tua pun turut merasakan kelegaan, terutama bagi keluarga prasejahtera yang sebelumnya kesulitan menyediakan makan siang layak.

“Saya tidak perlu lagi khawatir anak saya pulang sekolah dalam keadaan lemas atau sakit perut. Program ini seperti hadiah dari Tuhan untuk kami,” ungkap seorang ibu pekerja serabutan yang anaknya menjadi penerima manfaat aktif.

Potret kebahagiaan siswa di Mamuju Tengah ini mengingatkan bahwa program pemerintah yang sukses tidak selalu diukur dari angka statistik, tetapi dari senyum tulus yang terukir di wajah penerima manfaat.

Melalui sentuhan kasih sayang dan komitmen tanpa pamrih dari SPPG Lumu, MBG telah bertransformasi dari sekadar paket makanan menjadi sumber harapan dan kegembiraan. Bagi anak-anak di Bumi Tomaradeka, setiap suapan hari ini adalah janji bahwa masa depan mereka layak diperjuangkan—dengan perut kenyang, hati senang, dan mimpi yang semakin besar.

Kantah Mateng Perkuat Sinergi Penataan Aset dan Reforma Agraria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement