MAMUJU, Kabarsulbar.com – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram kian mencekik warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Akibat pasokan yang terputus selama dua hari terakhir, sejumlah warga di pinggiran kota terpaksa memutar otak agar dapur mereka tetap mengepul, salah satunya dengan kembali menggunakan kayu bakar.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa pangkalan LPG 3 kg di kawasan Mamuju tampak kosong melongpong. Papan pengumuman bertuliskan “Gas Habis” terpajang di depan toko, mengecewakan ratusan warga yang datang membawa tabung kosong sejak pagi buta.
Bagi sebagian warga, beralih ke kayu bakar bukan pilihan, melainkan keterpaksaan. Ramli S, salah seorang warga Lingkungan Kalubibing, Kelurahan Mamunyu, mengaku sudah mengelilingi kota Mamuju sejak kemarin hanya untuk mencari satu tabung gas melon, namun hasilnya nihil.
” Sudah dua hari saya cari di pangkalan sampai pengecer, semuanya kosong. Kalau tidak memasak, keluarga mau makan apa? Terpaksa saya cari kayu kering di belakang rumah untuk pakai memasak air dan nasi,” keluh Ramli dengan nada kecewa, Sabtu, 23/05/26.
Hal senada dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner. Kelangkaan ini membuat omzet mereka turun drastis karena proses memasak menjadi lebih lambat dan merepotkan jika menggunakan metode tradisional.
Spekulasi Harga di Tingkat Pengecer
Selain langka, warga juga mengeluhkan harga LPG 3 kg yang melonjak tajam di tingkat pengecer tidak resmi. Jika Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berkisar di bawah Rp20.000, kini di tingkat pengecer harganya disinyalir menembus Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung. (KS)




Komentar