Mamuju Tengah, Kabarsulbar.com – Di tengah keterbatasan akses air bersih yang kerap melanda sejumlah wilayah pesisir, semangat gotong royong kembali terbukti menjadi solusi paling efektif. Sri Damayanti (SDM), bersinergi dengan Pemudaan lokal, menggelar gerakan kemanusiaan berupa distribusi air bersih gratis bagi warga Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) . Aksi ini bukan sekadar bantuan materiil, melainkan bentuk empati nyata terhadap saudara-saudara yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Puluhan jerigen air bersih berkualitas didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga, khususnya mereka yang tinggal di area terjauh dari sumber air atau memiliki anggota keluarga lansia dan balita. Para relawan pemuda terlihat sigap memanggul jerigen, menyalurkan air ke tangki penampungan warga, serta membantu membersihkan saluran air sederhana. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat Desa Babana yang merasa terbantu meringankan beban ekonomi dan fisik akibat harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air layak konsumsi.
” Kami melihat kebutuhan ini sebagai panggilan kemanusiaan. Bukan soal siapa yang memberi, tapi bagaimana kita bisa hadir saat saudara kita membutuhkan,” ujar Sukri dari kelompok pemuda Desa Babana, Kamis malam, 03/09/26.
” Kolaborasi antara profesional SDM dan energi muda ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal sekat jabatan atau usia. Yang penting adalah dampak nyata bagi masyarakat.” Tambah Sukri.
Selain membagikan air bersih, gerakan ini juga menyisipkan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan teknik filtrasi sederhana yang bisa diterapkan di rumah tangga. Hal ini bertujuan agar warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengelola ketersediaan air secara mandiri di masa depan. Partisipasi aktif warga dalam menerima edukasi menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Aksi kemanusiaan di Desa Babana ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor—SDM dan generasi muda—dapat menghasilkan dampak sosial yang signifikan. Di tengah tantangan infrastruktur yang masih perlu diperbaiki, kehadiran para relawan membawa harapan dan kelegaan bagi warga. Semoga gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam membangun ketahanan komunitas melalui aksi-aksi kecil yang penuh makna.




Komentar