MAMUJU — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, mendorong kesiapan seluruh tim kerja dalam menghadapi Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko Tahun 2026 melalui pemenuhan data dukung dan optimalisasi penggunaan aplikasi E-MR. Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan proses evaluasi berjalan tepat waktu, terukur, dan sesuai ketentuan.
Hal tersebut disampaikan Saefur menanggapi Pembukaan Pelaksanaan Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Hukum Tahun 2026 yang diikuti secara virtual dari Aula Pengayoman Kanwil Kemenkum Sulbar, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Muh. Tahir bersama pejabat dan pegawai yang memiliki tugas dan fungsi dalam pelaksanaan manajemen risiko.
“Seluruh tim kerja perlu mempersiapkan data dukung secara cermat dan sesuai dengan indikator evaluasi yang telah ditetapkan. Kesiapan tersebut penting agar setiap tahapan evaluasi dapat berjalan lancar sekaligus memberikan gambaran objektif mengenai penerapan manajemen risiko di lingkungan organisasi,” ujar Saefur.
Dalam pembukaan evaluasi tersebut dijelaskan bahwa penilaian Indeks Manajemen Risiko (MRI) mengadopsi parameter maturitas SPIP Terintegrasi dan kebijakan manajemen risiko Kementerian Hukum melalui aplikasi E-MR. Penggunaan aplikasi ini menjadi sarana pengunggahan data dukung sekaligus mendukung proses evaluasi secara terstruktur.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, operator satuan kerja Kanwil Kemenkum Sulbar akan melaksanakan pengunggahan data dukung pada 9–13 November 2026. Tahapan selanjutnya meliputi wawancara atau klarifikasi oleh evaluator, proses penilaian, hingga penandatanganan berita acara evaluasi oleh tim evaluator dan Kepala Kantor Wilayah.
Ruang lingkup evaluasi mencakup kepemimpinan yang kondusif, kebijakan pembinaan sumber daya manusia, hubungan kerja dengan instansi terkait, identifikasi dan analisis risiko, informasi relevan, serta pemantauan berkelanjutan. Seluruh aspek tersebut menjadi indikator untuk melihat penerapan manajemen risiko dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Menindaklanjuti agenda tersebut, Kanwil Kemenkum Sulbar akan mengoordinasikan tim kerja dan operator manajemen risiko untuk menyiapkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan sesuai jadwal. Kesiapan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan evaluasi secara optimal sekaligus memperkuat pengendalian risiko di lingkungan kantor wilayah.





Komentar