Keterangan gambar: Karutan Mamuju memantau proses pembuatan produk kayu
Mamuju, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju terus mengintensifkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertukangan kayu yang menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Komitmen tersebut terlihat saat Kepala Rutan Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., melakukan peninjauan langsung di Area Bimbingan Kerja, Kamis (29/10).
Dalam peninjauan tersebut, Karutan memberikan apresiasi terhadap hasil karya Warga Binaan yang dinilai mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran. Kualitas pengerjaan yang dihasilkan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan, terlebih sejumlah produk pertukangan kayu yang dikerjakan sebelumnya telah mendapatkan pesanan.
Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Rutan Mamuju tidak sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi serta memenuhi kebutuhan konsumen.
Pengembangan kegiatan pertukangan kayu turut didukung melalui kolaborasi dengan Ali Property, salah satu perusahaan properti perumahan di Mamuju. Kolaborasi ini memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh bimbingan mengenai proses pengerjaan, kualitas produk, hingga standar hasil akhir yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Kepercayaan dan pendampingan dari Ali Property menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus meningkatkan kemampuan, ketelitian, serta kreativitas dalam menghasilkan produk pertukangan kayu. Sinergi tersebut juga menjadi langkah nyata dalam menghubungkan program pembinaan di dalam Rutan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha.
Karutan Mamuju, Sudirman, S.E., S.H., mengungkapkan bahwa dirinya mengapresiasi perkembangan keterampilan Warga Binaan yang mampu menghasilkan produk kompetitif dan mendapatkan kepercayaan melalui pesanan yang telah dikerjakan.
“Saya sangat mengapresiasi hasil karya Warga Binaan. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan mampu bersaing dengan produk dari luar. Banyaknya pesanan yang pernah dikerjakan menjadi salah satu bukti bahwa keterampilan mereka terus berkembang. Kami juga mengapresiasi Ali Property yang telah memberikan bimbingan dan kepercayaan sehingga Warga Binaan dapat terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa pembinaan kemandirian akan terus dikembangkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk berkualitas merupakan modal penting untuk membangun kepercayaan diri, membuka peluang kerja, maupun merintis usaha secara mandiri.
Melalui penguatan kegiatan pertukangan kayu dan kolaborasi dengan Ali Property, Rutan Mamuju berupaya menjadikan Area Bimbingan Kerja sebagai wadah produktif yang tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menghasilkan karya bernilai ekonomi.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa di balik tembok pemasyarakatan, Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui keterampilan serta hasil kerja yang berkualitas.





Komentar