MAKASSAR, Kabarsulbar.com – Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Institut Kesehatan dan Bisnis (IKB) ST Fatimah Mamuju, Sulawesi Barat. Nurfadila, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan, berhasil meraih medali perak atau juara II pada ajang Campus League 2026 Grade B cabang olahraga taekwondo kategori kyorugi putri under 46 kilogram.
Nurfadila harus puas di posisi kedua setelah melewati pertarungan sengit pada partai final melawan Sarah Maria, atlet dari Universitas Widyatama yang disebut merupakan atlet Pelatnas Indonesia. Duel tersebut berlangsung di GOR Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Jumat (23/10/2026).
Hasil ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Nurfadila yang saat ini duduk di semester lima Program Studi D3 Kebidanan. Ia menjadi satu-satunya atlet yang diturunkan IKB ST Fatimah Mamuju dalam kejuaraan tersebut.
Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, perjuangan Nurfadila hingga partai puncak menunjukkan bahwa mahasiswa asal Sulawesi Barat mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan taekwondo antarkampus.
Bagi Nurfadila, keikutsertaannya dalam kompetisi ini bukan sekadar mengejar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa nama baik kampus dan daerah di level kompetisi yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, bisa ikut kejuaraan Campus League dan mewakili kampus sendiri,” kata Nurfadila.
Ia mengakui pertandingan final berlangsung ketat, terlebih lawan yang dihadapinya berasal dari kampus lain dengan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Hari ini bisa menyumbangkan perak, walaupun di final sangat ketat karena melawan atlet dari kampus luar,” tambahnya.
Kejuaraan Campus League 2026 Grade B menjadi salah satu ajang kompetisi mahasiswa yang mempertemukan atlet-atlet taekwondo dari berbagai perguruan tinggi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, kompetisi ini digelar melalui tiga wilayah, yakni Makassar, Malang, dan Lampung. Para atlet bersaing untuk memperebutkan tiket menuju Tangerang sebagai tahapan berikutnya dalam jalur kompetisi yang diharapkan membuka peluang menuju Pelatnas.
Bagi atlet mahasiswa, kompetisi ini menjadi ruang untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dijalani selama ini.
Keberhasilan meraih medali perak tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang turut mendorong Nurfadila untuk tampil dalam kejuaraan tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih, pihak kampus, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Barat yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya dapat mengikuti kompetisi tersebut.
“Terima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih, pihak kampus, serta KONI Sulawesi Barat yang telah memberikan dukungan sehingga saya bisa mengikuti kejuaraan bergengsi ini,” tuturnya.
Medali perak yang diraih Nurfadila menjadi catatan positif bagi IKB ST Fatimah Mamuju sekaligus membawa kebanggaan bagi Sulawesi Barat.
Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pembinaan, sehingga atlet taekwondo mahasiswa dari Sulawesi Barat semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional.





Komentar