Keterangan Gambar : Jajaran PIPAS Kanwil Ditjenpas Sulbar dan PIPAS Rutan Mamuju panen sayuran selada
Mamuju, –Jajaran Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat bersama PIPAS Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju melaksanakan panen sekaligus penanaman kembali sayuran Selada bertempat di Area Beranggang Rutan Mamuju, Rabu (22/07).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua PIPAS Sulawesi Barat, Ny. Syarifah Said Mahdar, bersama Ketua PIPAS Rutan Mamuju, Ny. Ika Sudirman, serta seluruh jajaran PIPAS Kanwil Ditjenpas Sulbar dan Rutan Mamuju. Dalam kegiatan tersebut, jajaran PIPAS melaksanakan panen sayuran selada yang telah berhasil dibudidayakan melalui sistem hidroponik. Setelah proses panen, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman kembali bibit selada pada wadah hidroponik sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program pembudidayaan sayuran di lingkungan Rutan Mamuju.
Selain panen dan penanaman, Warga Binaan turut memperkenalkan inovasi dalam pembuatan pupuk cair yang memanfaatkan limbah kulit buah. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah organik sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya dalam memaksimalkan jumlah helai daun selada yang dibudidayakan.
Ketua PIPAS Sulawesi Barat, Ny. Syarifah Said Mahdar, mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh Warga Binaan dalam mengembangkan budidaya hidroponik serta pemanfaatan limbah organik.
“PIPAS sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menghasilkan sayuran yang bermanfaat, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan limbah kulit buah menjadi pupuk cair. Hal ini menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan karya dan inovasi yang memiliki nilai manfaat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PIPAS Rutan Mamuju, Ny. Ika Sudirman, menyampaikan bahwa kegiatan panen dan penanaman kembali tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Rutan Mamuju.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Selain memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, budidaya hidroponik dan pembuatan pupuk cair juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan sumber daya yang ada secara kreatif dan ramah lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus mendorong pengembangan inovasi di bidang pertanian serta memberikan keterampilan produktif bagi Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.




Komentar