MAMUJU — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi nilai penting yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Aula Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin (21/9/2026). Peringatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-22 Sulawesi Barat.
Menurut Saefur, peringatan Maulid tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali nilai akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan pekerjaan.
“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan nilai-nilai yang relevan dalam pengabdian, seperti amanah, kejujuran, kepedulian, dan memberikan manfaat bagi sesama. Nilai tersebut perlu terus kita hadirkan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Saefur.
Saefur menambahkan, nilai keteladanan perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengabdian, menurut Saefur, tidak hanya ditunjukkan melalui pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui akhlak dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Peringatan Maulid tersebut menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar untuk menyampaikan hikmah Maulid dan doa. Dalam pesannya, Nasaruddin mengingatkan masyarakat Sulawesi Barat untuk membangun semangat saling mendukung.
“Orang asli Sulbar itu saling mendorong ke atas, bukan menarik ke bawah,” ujar Nasaruddin.
Peringatan Maulid mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Spiritualitas dan Persaudaraan untuk Mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera”. Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk membawa nilai keteladanan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan, hubungan antarlembaga, dan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.





Komentar