MAMUJU — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, memaknai filosofi Tiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai cerminan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menjalankan pengabdian.
Pesan tersebut disampaikan Saefur Rochim dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah/2026 M di Aula Pengayoman, Kamis (10/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Post-Truth untuk Mewujudkan Pribadi yang Jujur, Bijaksana, dan Berintegritas.”
Saefur menjelaskan, Tiri tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat Mandar dalam peringatan Maulid, tetapi juga memiliki makna filosofis tentang kebersamaan. Susunan Tiri yang terbentuk dari berbagai unsur menjadi gambaran kerja bersama yang membutuhkan kontribusi dan keharmonisan setiap pihak.
“Keindahan susunan Tiri yang lahir dari kerja sama harmonis,” ujar Saefur.
Menurut Saefur, filosofi tersebut relevan dengan pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Hukum Sulawesi Barat. Pencapaian target organisasi membutuhkan sinergi dan kolaborasi antarbagiannya, sehingga setiap tugas dapat berjalan sebagai bagian dari tujuan bersama.
Selain semangat gotong royong, Saefur menekankan penghormatan terhadap kearifan lokal sebagai bagian dari pengabdian. Nilai religius yang tumbuh dalam kebudayaan Mandar dapat menjadi ruang untuk menyelaraskan hukum, budaya, dan spiritualitas dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Saefur juga mengajak jajaran menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum introspeksi diri dan mempererat silaturahmi sebelum kembali menjalankan tugas dengan semangat pengabdian terbaik.
“Jadikan peringatan Maulid ini sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian terbaik kita bagi Sulawesi Barat,” kata Saefur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah. Kegiatan kemudian diisi sambutan Kepala Kantor Wilayah, ceramah agama oleh Ustaz H. Khalid Rasyid, S.Ag., M.Si., serta doa penutup.
Peringatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Kementerian Hukum Sulawesi Barat untuk memaknai kebersamaan bukan hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya kerja dan pengabdian.




Komentar