Keterangan gambar: Pembudidayaan Maggot di Rutan Mamuju
Mamuju,– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan budidaya maggot. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah organik sekaligus pengembangan keterampilan produktif bagi Warga Binaan, Rabu (17/06).
Bertempat di Area Beranggang, Budidaya maggot dilaksanakan di area pembinaan dengan memanfaatkan sisa bahan organik sebagai media pakan larva. Selain ramah lingkungan, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran lingkungan dan memperkenalkan keterampilan yang relevan dan bermanfaat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini merupakan program Peserta Magang Kemenaker Batch II beberapa waktu lalu. Memanfaatkan sampah organik yang berasal dari dapur serta lingkungan sekitar sebagai pakan alami bagi larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Metode ini terbukti efektif dalam mengurai limbah organik dengan cepat, mengurangi pencemaran lingkungan, dan menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak.
Kepala Subseksie Pelayanan Tahanan, Iskandar, S.H, mengungkapkan bahwa program budidaya maggot merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memiliki nilai edukatif sekaligus ekonomis. Budidaya maggot ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga mengajarkan pentingnya pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengetahuan dan pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal usaha setelah kembali ke tengah masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju, Sudirman, S.E, S.H, mengatakan bahwa pengembangan budidaya maggot di Rutan Mamuju diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Budidaya maggot menjadi salah satu inovasi yang mampu memberikan nilai tambah, baik dari aspek lingkungan maupun peningkatan keterampilan Warga Binaan,” tutupnya.




Komentar